BAB XII
Budaya ketabahan
Bagi banyak di antara kita, perusahaan
tempat kita bekerja adalah kekuatan budaya yang penting dalam hidup kita.
Contohnya, Ketika tumbuh dewasa, ayah saya menyebut dirinya seorang DuPonter. Semua
pensil di numah kami dikeluarkan perusahaan ini, ditatah dengan ungkapan
seperti Dahulukan Keselamatan, dan ayah saya akan menjadi cerah setiap
kall iklan DuPont ditayangkan di televisi, terkadang bahkan turut berdendang
"Hal-hal yang lebih baik untuk hidup yang lebih baik." Saya rasa ayah
saya tidak sering bertemu dengan CEO DuPont Tapi ia sering bercerita tentang
pertimbangan baik sang CEO seperti sedang bercerita tentang pahlawan perang
kesayangan keluarga.
Bagaimana Anda tahu bahwa Anda adalah
bagian dari budaya yang, dalam pengertian nyata, menjadi bagian dari diri Anda?
Ketika Anda mengadopsi sebuah budaya, Anda menyatakan kesetiaan penuh pada
kelompok dalam itu. Anda bukan "semacam" Seahawk atau "semacam"
West Pointer. Anda seorang Seahawk atau West Pointer sepenuhnya atau tidak sama
sekali. Anda berada di dalam kelompok atau di luamya. Anda boleh menggunakan
kata benda, bukan hanya kata sifat atau kata kerja, untuk menggambarkan
komitmen Anda. Ternyata, banyak hal tergantung pada kelompok dalam mana Anda
berkomitmen. Hal pokok pada budaya dan ketabahan adalah: Bila Anda ingin
lebih. tabah, cari budaya tabah dan bergabunglah dergan budaya itu. Bila Anda
seorang pemimpin, dan Anda ingin agar orang-orang dalam organisasi Anda menjadi
lebih tabah, ciptakan budaya tabah.
Efek penyesuaian jangka pendek bukanlah
hal yang membuat saya tertarik dengan kekuatan budaya untuk nemengaruhi
ketabahan. Bukan itu persisnya,
Yang paling membuat saya tertarik adalah
gagasan bahwa, dalam jangka panjang, budaya memiliki kekuatan untuk membentuk
identitas kita. Setelah beberapa waktu dan dalam keadaan yang tepat, norma dan
nilai-nilai kelompok yang kita ikuti menjadi norma dan nilai-nilai kita
sendiri. Kita menganutnya. Kita membawanya bersama kita. Cara kita
melakukan segala sesuatu di sini dan mengapa akhinya menjadi Cara saya
melakukan segala sesuatu dan mengapa.
Identitas memengaruhi
setiap aspek karakter kita, tapi identitas mempunyai relevansi khusus dengan ketabanan.
Sering kali, keputusan tabah-atau-tidak yang kita buat - untuk bangkit sekali lagi; untuk bertahan
hingga berakhimya musim panas yang menyedihkan dan melelahkan ini, untuk berlari
lima mil bersama rekan setim. kita padahal bila sendirian kita hanya sanggup
berlari tiga mil - adalah persoalan identitas melebihi apa pun. Sering kali,
hasrat dan kegigihan kita bukanlah. hasil analisis yang dingin dan penuh perhitungan
terhadap biaya dan manfaat dan alternatif. Sebaliknya, sumber kekuatan kita adalah
diri kita yang kita kenali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar