Senin, 18 Mei 2020

BAB 12: Budaya ketabahan

BAB XII
Budaya ketabahan


Bagi banyak di antara kita, perusahaan tempat kita bekerja adalah kekuatan budaya yang penting dalam hidup kita. Contohnya, Ketika tumbuh dewasa, ayah saya menyebut dirinya seorang DuPonter. Semua pensil di numah kami dikeluarkan perusahaan ini, ditatah dengan ungkapan seperti Dahulukan Keselamatan, dan ayah saya akan menjadi cerah setiap kall iklan DuPont ditayangkan di televisi, terkadang bahkan turut berdendang "Hal-hal yang lebih baik untuk hidup yang lebih baik." Saya rasa ayah saya tidak sering bertemu dengan CEO DuPont Tapi ia sering bercerita tentang pertimbangan baik sang CEO seperti sedang bercerita tentang pahlawan perang kesayangan keluarga.
Bagaimana Anda tahu bahwa Anda adalah bagian dari budaya yang, dalam pengertian nyata, menjadi bagian dari diri Anda? Ketika Anda mengadopsi sebuah budaya, Anda menyatakan kesetiaan penuh pada kelompok dalam itu. Anda bukan "semacam" Seahawk atau "semacam" West Pointer. Anda seorang Seahawk atau West Pointer sepenuhnya atau tidak sama sekali. Anda berada di dalam kelompok atau di luamya. Anda boleh menggunakan kata benda, bukan hanya kata sifat atau kata kerja, untuk menggambarkan komitmen Anda. Ternyata, banyak hal tergantung pada kelompok dalam mana Anda berkomitmen. Hal pokok pada budaya dan ketabahan adalah: Bila Anda ingin lebih. tabah, cari budaya tabah dan bergabunglah dergan budaya itu. Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda ingin agar orang-orang dalam organisasi Anda menjadi lebih tabah, ciptakan budaya tabah.
Efek penyesuaian jangka pendek bukanlah hal yang membuat saya tertarik dengan kekuatan budaya untuk nemengaruhi ketabahan. Bukan itu persisnya,
Yang paling membuat saya tertarik adalah gagasan bahwa, dalam jangka panjang, budaya memiliki kekuatan untuk membentuk identitas kita. Setelah beberapa waktu dan dalam keadaan yang tepat, norma dan nilai-nilai kelompok yang kita ikuti menjadi norma dan nilai-nilai kita sendiri. Kita menganutnya. Kita membawanya bersama kita. Cara kita melakukan segala sesuatu di sini dan mengapa akhinya menjadi Cara saya melakukan segala sesuatu dan mengapa.
Identitas memengaruhi setiap aspek karakter kita, tapi identitas mempunyai relevansi khusus dengan ketabanan. Sering kali, keputusan tabah-atau-tidak yang  kita buat - untuk bangkit sekali lagi; untuk bertahan hingga berakhimya musim panas yang menyedihkan dan melelahkan ini, untuk berlari lima mil bersama rekan setim. kita padahal bila sendirian kita hanya sanggup berlari tiga mil - adalah persoalan identitas melebihi apa pun. Sering kali, hasrat dan kegigihan kita bukanlah. hasil analisis yang dingin dan penuh perhitungan terhadap biaya dan manfaat dan alternatif. Sebaliknya, sumber kekuatan kita adalah diri kita yang kita kenali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB 1: 100 KEBIASAAN ORANG SUKSES

BAB I 100 KEBIASAAN ORANG SUKSES Impian adalah bahan bakar bagi kesuksesan Anda. Tanpanya, tidak akan pernah ada kesuksesan yang ...