BAB
VII
Menjual
Masa Depan: Ekonomi kepuasan Instan
Entah kita melihat
pada ekonomi, psikologi, atau ilmu saraf untuk sebuah penjelasan, banyak masalah
kita terhadap godaan dan penundaan kembali ke satu masalah unik manusia:
bagaimana kita berpikir tentang masa depan. Psikolog dari Harvard, Daniel
Gilbert telah membuat klaim berani yaitu manusia adalah satu-satunya spesies
yang berpikir secara hati-hati tentang masa depan, Dan ketika kemampuan ini
telah menyebabkan segala macam kontribusi indah kepada dunia, seperti hotline
psikis dan taruhan olahraga, juga menempatkan diri kita dalam kesulitan.
Masalahnya adalah bukannya kita tidak bisa meramalkan masa depan, tetapi kita
tidak dapat melihatnya dengan jelas.
Ketika kita
merenungkan masa depan, imajinasi menggagalkan kita dalam berbagai cara yang
dapat diprediksi., Penghargaan yang terlalu jauh tampak kurang menarik, jadi
kita memilih kepuasan segera. Kita gagal untuk memprediksi bagaimana kita akan
tergoda atau terganggu, sehingga kita gagal untuk melindungi diri kita dari
meninggalkan tujuan kita. Untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana, kita perlu
lebih memahami dan mendukung masa depan diri kita. Dan kita perlu ingat bahwa
masa depan diri yang menerima konsekuensi dari tindakan diri kita sekarang
adalah, memang kita sendiri, dan akan sangat menghargai usaha yang kita
lakukan.
·
Tunggu sepulub menit. Buatlah aturan menunggu sepuluh
menit sebagai sesuatu yang wajib bagi godaan apa pun. Sebelum waktunya habis,
ingatkan penghargaan jangka panjang yang saling bersaing untuk melawan godaan.
·
Turunkan tingkat diskonto Anda. Ketika Anda
tergoda untuk bertindak melawan kepentingan jangka panjang Anda, bingkailah
pilihan seperti menyerahkan penghargaan jangka panjang terbaik untuk menolak
godaan.
·
Precommit sisi masa depan diri Anda. Buat standar
baru, buatlah lebih sulit untuk membalikkan preferensi Anda, atau memotivasi masa
depan diri Anda dengan penghargaan atau ancaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar