Senin, 18 Mei 2020

BAB 6: What The Hell: Bagaimana perasaan yang buruk membuat kita menyerah


BAB VI
What The Hell:
Bagaimana perasaan yang buruk membuat kita menyerah

Ketika kita mengeksplorasi efek dari stres, kecemasan, dan rasa bersalah pada pengendalian diri, kica akan melihat bahwa merasa buruk akan menyebabkan kita menyerah, dan sering dalam cara yang mengejutkan. Peringatan menakutkan rokok dapat membuat perokok menginginkan rokok, krisis ekonomi dapat membuat orang berbelanja, dan berita malam dapat membuat Anda menjadi gemuk. Tidak, ini tidak logis, tetapi itu benar-benar manusiawi. Jika kita ingin menghindari stres akibat kegagalan kekuatan tekad, kita harus menemukan cara untuk merasa lebih baik yang tidak menyebabkan beralih pada godaan. Kita juga harus menghilangkan strategi kontrol diri—seperti rasa bersalah dan kritik diri sendiri-yang hanya membuat kita merasa lebih buruk.

Untuk menghindari stres akibat kegagalan kekuatan tekad, kita perlu menemukan apa yang benar benar membuat kita merasa lebih baik bukan janji palsu hadiah, dan bukan janji kosong untuk berubah Kita perlu memberikan diri kita alasan untuk melakukan hal-hal ini, dan untuk melindungi diri kita dari sumber stres yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan kita. Ketika kita memang mengalami kemunduran-mungkin kita akan-kita perlu memaafkan kegagalan masa lalu, dan tidak menggunakannya sebagai alas an untuk menyerah. Ketika perlu peningkakan pengendalian diri, menyayangi diri jauh lebih baik daripada strategi menyalahkan diri kita.

Adapun eksperimen untuk memunculkan kekuatan tekad seperti berikut:

·        Strategi pemulihan stres yang berfungsi. Lain waktu Anda mengalami stres, cobalah salah satu dari strategi pemulihan stres yang benar-benar berfungsi, seperti berlatih atau bermain olahraga, berdoa atau menghadiri ibadah, membaca, mendengarkan musik, menghabiskan waktu dengan teman atau keluarga, pijat, pergi jalan-jalan, bermeditasi atau melakukan yoga, dan menghabiskan waktu dengan hobi kreatif.

·        Memaafkan ketika Anda gagal. Ambillah perspektif yang lebih menyayangi diri pada kegagalan Anda untuk menghindari rasa bersalah yang dapat menimbulkan kegagalan lagi.

·        Pesimis optimis untuk keberbasilan resolusi. Memprediksi bagaimana dan kapan Anda mungkin tergoda untuk melanggar janji Anda, dan bayangkan rencana spesifik dari tindakan untuk tidak menyerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB 1: 100 KEBIASAAN ORANG SUKSES

BAB I 100 KEBIASAAN ORANG SUKSES Impian adalah bahan bakar bagi kesuksesan Anda. Tanpanya, tidak akan pernah ada kesuksesan yang ...