BAB
III
PILAR
- PILAR KEBIASAAN
Strategi
pengawasan memiliki kekuatan yang luar biasa. Hal tersebut tidak memerlukan perubahan, tetapi sering
kali mengarah pada perubahan. Pengukuran diri membawa kesadaran diri, dan
kesadaran diri memperkuat control diri kita. Sesuatu yang sederhana seperti
tampilan laju kecepatan pengendara motor dipinggir jalan akan membantu mereka
untuk melambatkan laju kecepatan mereka. Langkah kunci strategi pengawasan
adalah untuk mengidentifikasikan Tindakan apa yang diawasi. Pengukuran yang
aktual sangatlah penting, karena saat kita menebak – nebak apa yang sedang kita
lakukan, kita sering kali sangat tidak akurat.
Strategi
Empat Kecenderungan, Perbedaan-Perbedaan, dan Pemantauan memiliki kekuatan dari
kesadaran diri. Karena saya cenderung untuk tertarik pada sesuatu yang konkret,
saya sangat ingin untuk keluar dari pikiran saya sendiri untuk mulai beruindak
sesuai dengan apa yang saya pelajari. Saya mulai dengan Straegi Dasar, karena
saya saya akan lebih mudah untuk menanamkan kcbiasaan baru jika landasan yang saya
miliki sudah kuat.
Strategi
Penjadwalan, yaitu menentukan waktu secara spesifik untuk melakukan suatu
aktivitas, adalah salah satu strategi dari formasi kebiasaan yang paling umum
dan kuat – dan merupakan salah satu favoritku. Kebiasaan dapat berkembang
menjadi yang paling kuat dan paling cepat saat aktivitas tersebut diulang
dengan cara yang biasa, dan bagi kebanyakan dari kita, melakukan sebuah
aktivitas pada waktu yang dijadwalkan cenderung membuat kita melakukan
aktivitas tersebut. Penjadwalan juga memaksa kita untuk menantang Batasan
harian.
Akuntabilitas
adalah faktor yang kuat dalam formasi kebiasaan, dan ciri khas dari hidup kita.
Jika kita percaya bahwa ada yang mengawasi, kita akan berperilaku berbeda.
Tenggat waktu membantu kita untuk tetap menjalankan kebiasaan bekerja kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar