BAB IX
HARAPAN
Ada
pepatah Jepang: Jatuh tujuh, bangkit delapan. Bila suntu hari menato
kulit saya, keempat kata inilah pillhan saya.
Apa
yang dimaksud dengan harapan?
Salah satu jenis harapan adalah ekspektasi
bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari ini. Ini adalah jenis harapan
yang membuat kita mendambakan cuaca yang lebih cerah atau jalan yang lebih lancar
ke depannya. Hal ini datang tanpa beban tanggung jawab. Semesta bertanggung
jawab untuk membuat segala sesuatu semakin baik. Ketabahan bergantung pada
jenis harapan yang berbeda. Harapan bertumpu pada ekspektasi bahwa upaya kita
dapat memperbaiki masa depan kita. Saya merasa besok akan lebih baik berbeda
dari Saya bertekad membuat hari esok menjadi lebih baik. Harapan yang dimiliki
orang-orang tabah tidak ada hubungannya dengan nasib baik dan sangat
berhurbungan dengan tekad untuk bangkit kembali.
Bila Anda seorang pesimis, mungkin Anda
berkata, saya mengacaukan segalanya. Atau: Saya seorang pecundang,
Semua penjelasan ini bersifat permanen; tidak banyak hal yang dapat Anda
lakukan untuk mengubahnya. Penjelasan ini juga menjalar yang kemungkinan memengaruhi
banyak situasi hidup, bukan saja performa kerja Anda Penjelasan yang perrmanen
dan menjalar terhadap kesulitan akan mengubah komplikasi kecil menjadi
malapetaka besar. Penjelasan ini menyebabkan keputusan untuk menyerah campak
logis. Bila di lain pihak Anda seorang optimis, Anda mungkin berkata, saya
salah mengelola waktu saya. Atau: Saya tidak bekerja secara efisien karena
pikiran saya teralih. Semua penjelasan ini bersifat sementara dan khusus;
Anda termotivasi untuk mulai menyingkirkan penjelasan yang bermasalah ini karena
dapat diperbaiki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar