The power of
habit
BAB
I
Lingkar
Kebiasaan:
bagaimana
kebiasaan bekerja
Simpelnya, kebiasaan merupakan suatu hal
yang kita lakukan berulang-ulang tanpa usaha. Bahkan, sambil melamun juga bisa.
Ibarat tikus yang cari makan tadi. Karena sudah hapal jalan, udah nggak mikir
lagi. Contoh lain adalah cara kita ganti baju, mandi, mengikat tali sepatu,
hingga kebiasaan sesudah bangun tidur.
Kebiasaan
benar-benar berada di bawah sadar kita. Charles Duhigg memberikan contoh
seorang pasien yang ingatannya terganggu. Ia bisa melupakan hal yang baru
dipelajarinya dalam waktu kurang dari semenit. Tetapi, pasien itu tahu cara
pergi ke toilet, dapur, dan mengitari rumahnya. Karena apa? Kebiasaan.
Kebiasaan,
kata para ilhmuwan, muncul karena otak terus – menerus mencari cara untuk menghemat upaya. Bila dibiarkan
saja, otak akan mencoba menjadikan nyaris setiap rutinitas suatu kebiasaan,
sebab kebiasaan memungkinkan benak kita lebih sering bersantai. Naluri menghemat
upaya ini adalah keuntungan besar. Otak yang efisien membututhkan lebih sedikit
ruang, yang berarti kepala lebih kecil, yang menjadikan bayi lebih mudah
dilahirkan sehingga mengurangi tingkat kematian ibu dan bayi, Otak yang efesien
juga memungkinkan kita berhenti terus - menerus memikirkan perilaku dasar,
misalnya berjalan dan memilih makanan, sehingga kita bisa menggunakan energi
mental untuk inenemukan tombak, sistem irigasi, dan pada akhirnya pesawat terbang
serta permainan video.
kebiasaan
sungguh kuat, namun rapuh. Kebiasaan bisa muncul di luar kesadaran kita, atau
dengan sengaja dirancang. Kebiasaan seringkali terjadi tanpa izin kita, namun
bisa dibentuk ulang dengan mengutak-atik bagiannya. Pengaruh kebiasaan dalam
membentuk kehidupam kita jauh lebih besar daripada yang kita sadari - bahkan
kebiasaan sedemikian kuat sampai-sampai otak kita terus bergantung kepada
kebiasaan tanpa mempedulikan segala sesuatu yang lain, termasuk akal sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar