Senin, 18 Mei 2020

BAB 2: Otak yang mengidam


BAB II
Otak yang mengidam:

Bagaimana menciptakan kebiasaan baru


Bila Anda ingin mulai berlari setiap pagi, Anda wajib memilih tanda yang sederhana (misalnya selalu mengikat tali olahraga Anda sebelum sarapan atau menyiapkan pakaian lari di samping tempat tidur) dan ganjaran yang jelas (misalnya makan enak pada tengah hari, perasaan berhasil sesudah mengetahui jarak yang Anda tempuh, atau kenikmatan endorfin yang Anda dapat dari jogging). Namun tak terhingga banyaknya penelitian yang menunjukkan bahwa tanda dan ganjaran saja tidak cukup untuk menyebabkan kebiasaan baru bertahan. Baru setelah otak Anda mengharapkan ganjaran itu-mengidamkan endorfin atau perasaan berhasil-maka mengikat tali sepatu jogging setiap pagi pun menjadi otomatis. Selain memicu rutinitas, tanda juga harus memicu perasaan mengidam ganjaran yang akan diperoleh. 
Sebut saja kita lagi bosan karena tidak ada kerjaan (tanda). Bawaannya pengin main sosmed mulu (rutinitas). Nah, kenapa pengin lihat sosmed? Kita mengidam apa? Karena butuh temen ngobrol kah atau lega karena up to date sama kehidupan orang-orang? Atau pengin ketawa lihat meme lucu?

Kebiasaan menciptakan mengidam neurologis. Biasanya, perasaan mengidam muncul sangat bertahap sampai -  sampai kita tidak sadar perasaan itu ada, sehingga seringkali kita buta terhadap pengaruhnya. Namun begitu kita mengasosiasikan tanda dengan ganjaran tertentu, mengidam bawah sadar muncul diotak kita yang mulai memutar lingkar kebiasaan
RUTINITAS              -           TANDA               -                    GANJARAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB 1: 100 KEBIASAAN ORANG SUKSES

BAB I 100 KEBIASAAN ORANG SUKSES Impian adalah bahan bakar bagi kesuksesan Anda. Tanpanya, tidak akan pernah ada kesuksesan yang ...