BAB
II
Otak yang mengidam:
Bagaimana menciptakan kebiasaan baru
Bila Anda ingin mulai berlari setiap pagi, Anda wajib memilih
tanda yang sederhana (misalnya selalu mengikat tali olahraga Anda sebelum
sarapan atau menyiapkan pakaian lari di samping tempat tidur) dan ganjaran yang
jelas (misalnya makan enak pada tengah hari, perasaan berhasil sesudah
mengetahui jarak yang Anda tempuh, atau kenikmatan endorfin yang Anda dapat
dari jogging). Namun tak terhingga banyaknya penelitian yang menunjukkan bahwa
tanda dan ganjaran saja tidak cukup untuk menyebabkan kebiasaan baru bertahan.
Baru setelah otak Anda mengharapkan ganjaran itu-mengidamkan endorfin atau
perasaan berhasil-maka mengikat tali sepatu jogging setiap pagi pun menjadi
otomatis. Selain memicu rutinitas, tanda juga harus memicu perasaan mengidam
ganjaran yang akan diperoleh.
Sebut saja kita lagi
bosan karena tidak ada kerjaan (tanda). Bawaannya pengin main sosmed mulu
(rutinitas). Nah, kenapa pengin lihat sosmed? Kita mengidam apa? Karena butuh
temen ngobrol kah atau lega karena up to date sama kehidupan orang-orang? Atau
pengin ketawa lihat meme lucu?
Kebiasaan menciptakan
mengidam neurologis. Biasanya, perasaan mengidam muncul sangat bertahap sampai
- sampai kita tidak sadar perasaan itu
ada, sehingga seringkali kita buta terhadap pengaruhnya. Namun begitu kita mengasosiasikan
tanda dengan ganjaran tertentu, mengidam bawah sadar muncul diotak kita yang
mulai memutar lingkar kebiasaan
RUTINITAS - TANDA - GANJARAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar