BAB III
Aturan emas perubahan
kebiasaan:
Mengapa perubahan
terjadi
Sebut saja
kebiasaan main sosmed lama-lama tadi membuat hidup jadi kurang produktif.
Setiap kali bosan (tanda), kita terbiasa berlari ke sosmed (rutinitas) untuk
mendapatkan endorfin (ganjaran) sebut saja hiburan. Tapi, sosmed seringkali
buang waktu. Solusinya, setiap kali tanda itu muncul (bosan), cari ganjaran
yang sama (endorfin dari melihat hiburan) dengan rutinitas lain semisal baca
komik favorit. Jadi, cukup rutinitasnya aja yang diubah. Kita cukup
pandai-pandai menganalisis tanda, rutinitas, dan ganjarannya saja.
Biar makin
mantep, ikut komunitas juga yang sama-sama pengin lepas dari jeratan sosmed.
Ibarat mau buang kebiasaan merokok, gabung sama komunitas yang pengin lepas
dari rokok juga. Melihat orang lain mampu dan berusaha, semangat mengubah
kebiasaan pasti semakin kuat juga.
Begitu orang
belajar bagaimana mempercayai sesuatu, kemampuan itu mulai menyebar ke bagian –
bagian lain kehidupan mereka, sampai mereka mulai percaya bahwa mereka bisa
berubah. kepercayaan adalah bahan yang membuat lingkar kebiasaan yang digarap –
ulang menjadi perilaku permanen.
Kebiasaan tidak
bisa lenyapkan – melainkan harus digantikan. Dan kita tau bahwa kebiasaan
paling mudah Ketika aturan emas perubahan kebiasaan diterapkan: bila kita
mempertahankan tanda yang sama dan ganjaran yang sama, rutinitas baru bisa
disisipkan. Bila anda ingin mengubah kebiasaan, Anda harus mencari rutinitas
alternatif, dan kemungkinan Anda berhasil naik drastis bila Anda berkomitmen
untuk berubah sebagai bagian suatu kelompok. Kepercayaan adalah hal teramat
penting, dan kepercayaan tumbuh dari pengalaman Bersama, bahkan meskipun
komuntis itu hanya terdiri atas dua orang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar